Bian melangkah keluar dari persembunyiannya, aish ... Menyesal dia pura-pura budeg tadi. Jadinya, Naya pergi, kan? Eh, bukannya Bian lah yang duluan pergi karena takut dengan aura Naya yang tiba-tiba berubah seperti pemain Drakor Penthouse. Ah, sudahlah. Bian tak ingin dibuat pusing karena memikirkan siapa yang pergi? Sebab matanya menangkap sebuah benda yang dia ingat betul bukanlah miliknya. Itu apa, ya? Kayaknya nggak ada benda itu daritadi deh. Selembar kertas kecil berwarna pink. Oh, tadi Naya mendapatkan kertas itu dari saku celananya yang terselip entah kapan di sana? Sebab bentuknya kusut tapi dengan sepenuh hati dia isi kertas kusut itu untuk mengucapkan terimakasih kepada sahabatnya, Bian. Makasih ya, Bi. Sampe kapanpun, elo adalah Abang terbaik buat gue. Pesan singkat y

