BAB 46

1075 Kata

Boneka beruang yang sudah Naya ambil dari tangan Bian membuat lelaki itu bersungut-sungut kesal, tapi apa yang bisa dilakukannya? Bian selalu kalah jika berurusan dengan gadis pujaannya itu. Sahabat kecil yang memiliki tempat special di hatinya. Bian mengalah meski dalam hatinya dia ingin sekali merampas balik boneka itu demi melampiaskan kemarahannya, lebih tepatnya kecemburuannya pada Ansel. Lalu Naya, gadis itu memandangi boneka beruang di tangannya dengan penuh rasa sayang. Ya, sayang banget boneka sebagus iti dirusakin. Haih ... Entah apa yang merasuki jiwa sahabatnya, Bian? Begitu Naya berpikir sembari menggelengkan kepalanya, menatap iba pada boneka itu dengan tidak memedulikan Bian yang memandangnya sembari mengerucutkan bibirnya. “Gua tuh masih kesel sebenarnya,” tutur Naya kemu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN