Bian makin panik dan ketakutan, bisa-bisa dia-lah yang akan disalahkan kalau sampai terjadi apa-apa dengan Intan. Sekali lagi, dia kencoba menghubungi Naya, tapi nomer gadis itu belum juga bisa dihubungi. “Ding_nghin ....” Intan kembali mengigau, kali ini dia tak hanya bibirnya yang bergetar, tapi juga tubuhnya. Shit! Gue harus ngapain coba? Bian teringat dengan adegan film yang pernah dia tonton. Ada sekilas yang dia ingat bahwa salah satu diantara dua orang itu, melakukan skin to skin di saat dia mengalami hal serupa dengan yang Bian alami. Ah, bodoh banget! Gini nih kalo kerjanya ngejar-ngejar Naya doang, gue jadi bodoh dalam banyak hal! Bian mengumpat karena dia sendiri tak tahu, apakah cara itu ampuh atau tidak? Gerimis di luar mulai berjatuhan lagi. Tak ada pilihan lain, Bia

