Hana ketakutan menggedor-gedor pintu lagi. "Tolong buka pintunya! Aku sangat takut di sini. Aku mohon!" suara Hana sudah parau karena berteriak dan menangis. Tiba-tiba ia mendengar suara tikus di dekatnya, tapi Hana tidak tahu pasti di mana tikus itu. Ada bulu-bulu halus menggelitik di kaki Hana dan yang benar saja tikus mengerumungi berputar-putar di kakinya. "Tikus, tikus, ada tikus. Tolong aku Adam! Aku bisa mati di sini." suara Hana semakin melemah penglihatannya tampak buram sekarang ia mundur beberapa langkah meraba dinding di sampingnya. Barangkali Hana menemukan kursi untuk menghindari tikus itu. Ia menemukan kursi di tengah kegelapan lalu Hana duduk di sana, kemudian Hana menekuk lututnya di atas kursi agar kakinya tidak menjuntai ke bawah. Kepalanya semakin sakit, penglihatann

