Hawa menyiapkan semua keperluan Adam saat akan pergi bekerja, di dalam kamar ia menata seluruh jas Adam yang akan di pakai selama seminggu. Suasana kamar Adam memang sangat menenangkan, desain klasik dan berbagai fasilitas lengkap. Semua yang ia butuhkan ada di dalam kamar ini, dan Hawa berpikir andai saja dia menikah dengan Adam dulu mungkin ini adalah kamar miliknya. Mereka pasti akan berbahagia bersama tanpa punya masalah sedikitpun. Jauh di dalam hati Hawa ia sangat merindukan pria itu. Mereka dulu adalah pasangan romantis yang tak terpisahkan tapi seiring berjalannya waktu semua itu memudar. Adam tidak sama lagi seperti saat dulu, pria itu kasar dan tak berperasaan. Mungkin karena rasa kecewa dia sangat membenci Hawa. Semua orang akan bersikap sama saat ditinggalkan di hari pernikah

