Setelah acara pertunangan malam itu, Kayana dan Aksa dibuat sibuk dengan persiapan pernikahan mereka. Mulai dari mengurus dokumen-dokumen pernikahan, undangan, cathering, baju dan lainnya. Mereka ikut andil dalam mempersiapkan semuanya. Semakin dekat dengan hari H, perasaan Kayana justru semakin hambar, jangankan bertemu mendengar nama Aksa saja rasanya malas. Hubungan macam apa ini namanya. Sepulang dari bertemu dengan team weding organizer untuk membicarakan rencana pernikahannya Hotel Noe, Kayana turun ke florist. Melepaskan semua penat di antara bunga-bunga di toko yang temboknya dominan berwarna merah. Tubuh lelahnya ia senderkan di bahu sofa, memejamkan mata barang sejenak. Tangannya memijit-mijit pelipis yang mulai nyut-nyutan. Berharap cara ini bisa membuatnya sedikit fresh.

