Melihat ini semua, lelaki itu berdiri di depan tempat tidur lalu merangkak ke atas tubuh Anna dan menggigit tepian celana dalam berbahan tipis itu dan menariknya meninggalkan kaki Anna, setelah Rei melepas seluruh pakaiannya. Tanpa banyak bicara, jemarinya meraih rahang Anna, lalu mendekatkan wajahnya sambil mengamati paras gadis itu yang bersemu merah. "Aku akan melakukannya dengan perlahan," bisiknya tepat didepan bibir Anna, kemudian menatap sepasang mata hazel itu, meminta Anna untuk memercayainya seutuhnya. "Aku tidak mau kau sentuh!" tukasnya dengan intonasi suara yang meninggi dan jantung yang bertambah berdentum. Namun sial, perkataannya yang dipenuhi penolakan, ternyata bertolak belakang dengan reaksi tubuhnya yang malah membiarkan lelaki itu menyentuhnya. Bahkan Anna ingin dis

