Flasback Leo benar-benar muak dengan sandiwara lelaki yang sekarang duduk tak berdaya terikat di kursi. "Hahaha..." Tawanya menggelegar setelah mengetahui sosok lelaki tinggi berbadan besar dengan suara ketukan sepatu berjalan mendekatinya. "Jadi benar, kau lah dalang dari semua ini? Cuih." ia meludahi lantai sampai jauh tepat di depan sepatu fantovel lelaki itu. "Berhentilah mengganggunya." ujar Leo dingin, matanya memandangi Viki yang sudah babak belur karena hantaman serta pukulan dari anak buahnya. "Kau menyedihkan Leo, sikapmu benar-benar menyedihkan. Bahkan hanya karena wanita, kau kembali menyakitiku." rahang Leo mengeras giginya gemerutuk mendengar cemoohan dari Viki. "Sebenarnya apa maumu?" ujar Leo lirih penuh ancaman. "Mauku?" Lagi-lagi gelak tawa memenuhi isi ruangan

