Mengamati dari jauh dan bertindak seperti kilat petir yang menyambar. Ck,ck, sempurna. Di sebuah ruangan kecil terdapat papan tulis dan beberapa gambar yang saling terhubung menggunakan benang merah, dia berdiri dan memberi tanda bagi siapapun yang menjadi korban-korbannya. Matanya berbinar cerah, sepertinya semua rencana yang ia susun berjalan sesuai rencananya. Tok... Tok... Tok... Ketukan yang berasal dari langkah kakinya, berjalan mondar-mandir di depan papan sambil bersidekap. Meskipun permainan sesuai rencana tapi tak jua membuatnya puas. Ia berbalik melangkah mendekati serta matanya memandangi sosok wanita yang duduk terikat di sebuah kursi usangnya, sekujur tubuhnya gemetar ketakutan. Ck, ck... Kasian. "Kau tau?" Puk, puk... Tangannya yang masih menggunakan sarung tang

