“Awwww...!!!” teriak Ilham. Sangat berbeda tidak seperti tadi yang datang dengan begitu heroik. “Diem bentar! Manja banget sih lu!” bentak Rico sambil mengoleskan obat merah dan salep anti memar ke bekas lebam dan luka di wajah Ilham. “Pelan-pelan dong, Ham. Ini kan gak pake obat bius, jadi kerasa perih!” balas Ilham sengit. “Ya udah lu mau gue suntik obat bius?!” ucapan Rico kesal. Ilham akhirnya terdiam sambil merasakan nyeri di tubuhnya. Ia membiarkan Rico mengobati luka-lukanya. Delina hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua, terlebih Ilham yang merengek seperti anak kecil. Sama sekali tak menyangka. Sama preman dia berani, giliran ditempeli obat luka langsung meringis. “Aku ke dapur dulu ya!” Delina beranjak dari kursi. Ilham memandang ke arahnya. “Iya, sekalian pas b

