Sepagi Ini

1192 Kata

Delina terdiam. Ia hanya memandangi jalanan yang semakin lama semakin menghitam karena malam semakin pekat. “Kayaknya ada pembicaraan kita yang belum beres,” Ilham kembali berkata. Mendengar itu Delina tiba-tiba terbatuk. Ia kaget, tak menyangka ternyata Ilham masih mengingat semuanya. Dengan kikuk Delina berusaha merespon ucapan Ilham barusan. “Eh, pembicaraan yang mana ya?” sahut Delina. “Maaf untuk semua kejadian hari ini. Aku tahu semua ini pasti bikin kamu gak nyaman, kan?” Ilham mengulang. “Oh, soal itu. Gak apa-apa, A. Semua kejadian pasti ada hikmahnya, tinggal pinter-pinternya kita aja menyikapi semuanya,” jawab Delina. “Cie... udah besar sekarang kamu ya!” Ilham tersenyum mendengarnya. Tak sadar telapak tangan Ilham tiba-tiba saja mendarat tepat di atas kepala Delina, kemu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN