Kemarahan Andra

2106 Kata

Keesokan harinya, Andra datang seperti biasa. Namun, dengan amarah yang masih menggebu. Saat menuju ruangannya, ia melihat Adit sudah menunggunya di meja sekretaris bersama Dewi. “Pagi, Bosku,” sapa Adit . “Pagi, Pak,” sapa Dewi. Andra tidak membalas sapaan mereka. ia langsung menuju ruangannya diekori dewi dan Adit. “Sepertinya dia sudah kembali ke mode awal," ucap Adit pada Dewi. Saat ketiganya masuk, Aina masih di dalam, membersihkan seluruh ruangan. “Pagi, Aina,“ sapa Adit. “Pagi juga, Pak,“ jawab Aina ramah. “Pagi, Bu Dewi. Pagi, Pak Andra,” lanjutnya lagi. “Pagi juga Aina,” balas Dewi tak kalah ramah. “Kamu sudah sarapan belum, cantik?” goda Adit. Aina tersenyum sebelum menjawab, “Bapak bisa saja. Sudah tadi, Pak." Baik Adit maupun Aina tidak sadar, jika interaksi mereka m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN