"Huh ... syukurlah pakaianku masih lengkap,” seru Aina pelan. “Aku tidak sebejat itu, Aina!” protes Andra saat melihat Aina memeriksa pakaiannya di balik selimut dan mengerti maksudnya. “Kenapa Bapak masih di sini?” “Aku hanya ingin menjagamu," jawab Andra sambil duduk di samping Aina. Melihat Andra mendekatinya, Aina langsung waspada dengan mengeratkan selimut. "Menjaga apanya, justru aku merasa bahaya jika dekat dengannya!” gerutunya. “Jam berapa kau pergi bekerja?” “Jam tujuh, Pak!” “Masih banyak waktu. Apa kau mau ikut denganku?” “Ke mana?” “ke suatu tempat." “Apa Bapak akan menculik saya? Atau membawa saya ke gudang kosong? Atau membawa saya ke tempat terpencil? Atau mungkin Bapak mau menyekap saya di sebuah gedung tak terpakai? Atau Bapak ingin mengunci saya di dalam hotel

