Tidak pernah ada kata sia-sia selama kita berusaha untuk menjadi lebih baik.
Sore hari dengan suasana yang sejuk, ada banyak sekali dauh jatuh berguguran dan terbang di terpa angin, belum lagi pejalan kaki yang datang silih berganti, mereka memberikan senyuman dan saling menyapa ketika lewat.
Ternyata pemandangan di atas balkon hotel Aston Pontianak Hotel & Convention Center adalah hotel modern yang terletak di jantung kota Pontianak, berdekatan dengan Distrik Gajah Mada dengan berbagai pilihan belanja dan makan, 15 menit dari Bandara Internasional Supadio dan Pelabuhan Rahadi Usman. Hotel ini menawarkan 155 kamar luas yang ideal untuk pelancong bisnis dan rekreasi.
Pilihan yang lebih disukai untuk pertemuan bisnis dan fungsi kelompok. Menampilkan peralatan pertemuan dan konferensi yang canggih, fasilitas yang bagus dan staf yang penuh perhatian, Aston Pontianak sangat ideal untuk pertemuan, seminar, konferensi, dan pesta pribadi. Dengan kapasitas 2.000 orang, Kalimantan Ballroom merupakan ballroom terbesar di Pontianak. Alasan inilah mungkin kenapa mereka melanjutkan perjalanan dinas. Banyak kebudayaan dan berbagai sastra yang bisa di jadikan bahan laporan. Ani masih tertidur di kamarnya setelah menangis dan bercerita kepada Nana, apalagi akun media sosialnya juga menjadi sasaran empuk orang-orang membullynya dengan sangat kejam.
Nana yang membaca kalimat penuh hinaan itu saja menjadi sangat terpukul apalagi Ani yang mengalaminya sendiri tentu saja berat apalagi dia adalah salah satu anak yang ceria dan melakukan apapun yang dia bisa untuk membanggakan kedua orangtua tapi ketika masalah menghampiri seolah seribu kebaikannya hilang.
Sore ini memang Nana punya jadwal untuk datang ke pertunjukkan musik Tuma bersama dengan Aji karena memang mereka ingin kolaborasi untuk laporan nanti.
"Na, ayo pergi sekarang! " ajak Aji yang sudah berdiri di depan pintu sambil membawa camera untuk memotret nantinya. Tentu saja Nana juha sudah siap setelah memandangi pejalan kaki yang datang silih berganti.
"Okee Ji. "
Mereka akhirnya berangkat ke pertujukkan Tuma dengan di antar oleh supir yang memang sudah disedikan. Tadi Agal, Deri, Leon, dan Ajon pamit pulang dulu karena masih banyak jadwal pekerjaan yang belum mereka laksanakan.
Mereka pun tiba di tempat pertunjukkan Tuma ada Pak--Mamad yang menjadi ketua pengurus untuk mengajari anak-anak belajar memainkan tuma. Dia menjelaskan sambil mengajak berkeliling melihat aktivitas anak-anak disini.
"Jadi Orang yang memainkan tuma sering kita panggil dadalang atau dadalan."
"Wah kaya Dalang gitu Pak? " tanya Aji penasaran karena namanya mirip dengan orang yang memainkan wayang.
"Berbeda Nak Aji. "
Keduanya mengaggukan kepala tanda mengerti ketika mendengar penjelasan Pak Aji lalu kembali mengitari tempat alat musik ini.
"Sering digunakan untuk acara apa Pak? " tanya Nana penasaran.
" Alat musik tradisional ini berfungsi sebagai pemangku irama atau pemberi ketukan pada lagu nah Posisi tangan saat memainkan tuma itu sangat mempengaruhi warna bunyi alat musiknya, " jelas Bapak Mamad dengan memperagakannya dan benar saja mempengaruhi.
"Wah keren banget ya Pak, " puji Nana takjub melihat permainan musik itu.
"Iya, Mbak Nana. Misalnya posisi telapak tangan yang agak ke tengah dan agak cembung menggunakan empat telapak tangan, akan menghasilkan bunyi ‘tung’. Sedangkan bunyi ‘tak’ akan dihasilkan ketika posisi telapak tangan berada agak ke tepi dan datar."
Penjelasan Pak Mamad sangat menarik apalagi hal itu juga menambah rasa kagum Nana terhadap kebudayaan Indonesia yang sangat beragam dan luar biasa.
Selepas pulang dari acara yang diadakan oleh tim yang lainnya, akhirnya Nana memutuskan untuk pulang dan mengajak Ani untuk berjalan-jalan serta tidak lupa Aji agar sambil bekerja bisa mencuri waktu luang.
Ada kejadian lucu selama mereka berkeliling hotel ternyata ada ayam yang sembarangan menempelkan kotorannya di jalan, kebetulan Aji melepas sepatunya karena mengejar Nana yang mencubitnya. Memang dasar Nana suka menggoda Aji.
"Na, ini gue kepijak sama aroma t*i ayam," teriak Aji dengan kencang, dia benar-benar bingung bagaimana membersihkannya.
"Hahaha, makanya Ji. Kalo jalan itu jangan nyeker jadinya si ayam menemukan pemiliknya," balas Nana tertawa memang Aji ada-ada saja kelakuannya.
Berbeda dengan Ani yang sudah menertawakan sampai terduduk-duduk, memang sangat lucu dan membuat siapa saja yang ada di sana akan ikut menertawakan apa yang sudah terjadi.
"Emang dasar sahabat belum bantuin dulu, udah ketawa duluan," omel Aji yang sudah berlari mencari keran untuk mencuci kakinya yang sudah terpijak t*i ayam.
"Makanya Aji kalo jalan suka enggak fokus jadinya kegoda sama kotoran ayam," ucap Ani lagi sambil tertawa memang dasar anak itu suka sekali membuat kehangatan di dalam persahabatan mereka.
Bersahabat bertiga ternyata sangat menyenangkan apalagi Aji salah satu lelaki yang selalu melindungi mereka walaupun memang kalo bicara suka seenaknya saja sampai-sampai kita takjub di buat oleh ucapannya.
***
Malam harinya Nana mengalami sakit gigi karena giginya berlobang jadilah dia heboh sekali sampai nangis karena memang diakui dengan Nana itu sangat sakit apalagi karena dia meminum air mineral dingin jadilah meradang sakit giginya sampai ke otak.
"Sakit banget, tidur enggak bisa, makan enggak bisa," ucap Nana mengeluh dengan Ani. Semua itu memang sangat sakit apalagi giginya memang nyut-nyutan dan susah sekali diajak kompromi.
"Makanya Nana enggak boleh nakal, udah tahu rawan sakit gigi malah makan sama minum yang manis terus," peringat Ani sambil memberikan obat yang dibeli Aji di Apotek terdekat.
"Namanya manusia Ni, kalo belum ngerasain sakit pasti belum kena efek jera," sindir Aji lagi sambil menggelengkan kepalanya akibat ulah dari sahabat di hadapannya ini. Lagian ada-ada saja sudah tahu jika permasalahan sakit gigi ini susah sekali menemukan solusinya.
"Ah Aji, ini tu beneran sakit banget," balas Nana sambil menangis karena memang sangat sakit sampai ke kepala karena yang sakit itu gigi atas jadinya susah untuk makan.
Ketika Nana mau makan pun maka nasi akan menyangkut di sana dan hal itu memicu gigi juga semakin sakit.
"Itu kan, udah tahu sakit masih aja minum es, jangan lagi minum es," ucap Aji memberikan peringatan keras.
Beruntungnya obat sakit gigi itu membuat Nana menjadi ngantuk dan tertidur, jika dia tertidur tentu saja tidak akan merasa sakit gigi lagi.
Aji pamit kepada Ani untuk kembali ke kamarnya karena dia juga sudah mengantuk dan mau istirahat. Beruntungnya di antara ketiganya saling melengkapi dan melindungi meski Aji cerewet dan jahil tapi dia sosok lelaki yang bisa diandalkan sayang saja perempuan suka sekali menyakiti ketulusannya.
Lain halnya Ani meskipun dia suka kesal dengan kita kalo tidak mau mendengarkan ucapannya tentang kesehatan tetapi dia yang paling peduli dan tahu bagaimana perasaan sahabatnya.
Karena itu Nana terlalu nyaman dengan keduanya jadi tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Ani dan Aji adalah sebuah warna di hidup Nana, mereka selalu memeluk dan tidak meninggalkan dalam keadaan apapun.