Jas Hujan

1832 Kata
"Kadang suka mengeluh dengan jalan hidup, karena semakin dewasa tuntutan yang diberlakukan semakin banyak, ada yang menahan amarah untuk tetap sabar dan ada juga yang menyerah dengan keadaan. " *** Agal sedang melaksanakan piker bersama ke tiga rekannya yanh sudah dia anggap seperti adik sendiri. "Hati-hati dengan ranjau ya, kalian tetap dengar aba-aba sebelum bertindak. " "Siap Captain, " balas Leon, Deri, dan "Masing-masing udah ada Walkie talkie kalo terjadi masalah." Walkie talkie itu sebuah alat komunikasi genggam yang dapat mengomunikasikan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang Kebanyakan walkie talkie digunakan untuk melakukan kedua fungsinya yaitu berbicara ataupun mendengar. Apalagi ada kode rahasia ketika mengangkat panggilan, misalnya si ice cream di sini lalu jeruk menjawab. Begitulah sistem kerjanya yang membuat Agal mudah untuk mengecek keberadaan Ajon, Leon, dan Deri. Jadi di grup mereka Ajon diberi nama Matcha, sedangkan Leon Lemon tea, dan Deri Taro Chan. Nah untuk Agak sendiri diberi nama Tiramisyu yang jika mereka sedang terhubung dengan Walkie talkie pastilah langsung sahut-menyahut. Pagi ini Agal mengajak untuk mengecek wilayah perbatasan dan juga ranjau yang ada di sana. Mereka menyusuri hutan sambil melihat-lihat setelah di tengah hutan barulah mereka berpisah dengan melihat-lihat keadaan. Deri selalu saja membawa buku saku yang di dalamnya berisi untaian kata puitis dan hari-hari penting keluarganya. "Capt, boleh enggak nanti makannya sama kelapa mudah? " tanya Leon yang bersiap untuk memanjat, dia sudah lama sekali tidak makan kelapa muda pasti enak sekali, memikirkannya saja sudah membuat Leon jadi bersemangat. "Iya Eon, ambil aja. " "Eon, saya titip juga ya, " timpal Ajon mengeluarkan bekal yang dia simpan disaku baju jika saat piket nanti tiba-tiba lapar dia bisa mengganjal perut dengan itu. Kelapa muda yang memang ditanam untuk mereka nikmati jika sedang haus apalagi air kelapa sangat bagus untuk kesehatan bisa membubuh racun. "Deri, mau enggak? " "Mau dong Eon. " Akhirnya mereka berpisah sesuai dengan kesepakatan untuk melakukan pelatihan di tengah hutan dan mengecek keadaan. Leon yang sambil bernyanyi melakukan penjelajahan hutan, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan alam, mulai dari lebatnya hutan kadang membuat Leon kesulitan juga tetapi dia juga tetap semangat dengan mengambil beberapa buat kelapa muda untuk dimakan nantinya. Lain halnya dengan Deri dia menjelajahi hutan sambil menulis puisi dan membuat outline cerita kalo anak-anak indie begitu menjelajahi hutan sambil menyelam minum air, memang kegiatan kali ini juga untuk melestarikan hutan dan mengecek apakah ada hal-hal aneh di perbatasan. Sedangkan kapten mereka Agal menanami tumbuhan yang sudah disiapkan bibitnya sebagai pelestarian tanaman, serta Agal mendata, meneliti segala potensi di perbatasan hutan yang ada gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai di Pedalaman Kalimantan sama-sama dengan komponen lainnya sebagai sumbangsih TNI kepada pemerintah. Ajon membersihkan hutan dengan menebas ilalang yang menggangu tanaman atau membersihkan sekitar halaman yang memang mengganggu jalan untuk menjelajah hutan. Keempatnya melaksanakan tugas dengan sangat serius, yang mereka harap untuk terus berusaha melalukan yang terbaik demi negara. Agal berjalan sendiri sambil memikirkan Nana, entah kenapa tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada gadis itu padahal dia sangat tidak menyukai Nana. Menjadi istri dari seorang prajurit memang harus kuat dan tahan banting maksudnya jika ditinggal bekerja jauh harus sabar karena sang abdi negara bukan hanya milik keluarga tetapi juga milik negara. Di sini juga Agal tidak pernah memilih makanan apa saja dia makan, entah itu hanya sayur rebus, telur, tempe goreng semuanya dia makan dengan apa adanya karena menjadi seorang abdi negara memang harus bertahan dalam situasi apapun. Prajurit TNI terkenal dengan makanan khas dapur lapangan alias durlap saat bertugas. Makanan ini biasanya dimasak oleh sesama prajurit di Batalyon bekal dan peralatan. Menu makanan durlap ini sangat sederhana. Salah satu menu yang selalu disajikan pada durlap adalah tempe dan tahu, baik dibacam atau digoreng. Untuk sayurnya, sayur asem menjadi alternatif pertama, dan jika memungkinkan, ayam goreng pun ditambahkan. Buah biasanya melon, semangka atau pepaya. Makannya menggunakan piring ompreng Khasnya prajurit. Begitulah Agal selalu bersyukur atas apa yang dia jalani, satu hal yang belum bisa dia syukuri memiliki istri seperti Nana, padahal Nana adalah orang baik yang selalu memperhatikan Agal, tetapi jujur saja Agal masih menyimpan rasa dengan Dinda mantannya dahulu. Dia dengan Dinda putus karena saat itu Dinda tidak tahan dengan hubungan jarak jauh dan selalu ditinggal pergi. "Capt, ayo pulang, udah sore. Kita makan dulu, " ajak Leon dengan kelapa di tangannya. "Sini saya bawa juga Eon. " "Terima kasih Capt. " "Sama-sama Eon. " "Kapten kenapa wajahnya tampak lelah sekali? " tanya Leon memastikan jika ketua dari kelompok mereka tidak sedang sakit. "Gapapa Eon, ayo kita jemput Deri dan Ajon. " Ternyata Deri dan Ajon sudah menunggu di tempat awal mereka berkumpul. "Ini, saya dapat sayuran jamur putih yang enak sekali untuk dibening, " ucap Ajon yang membungkusnya dengan daun besar agar tidak terjatuh saat di bawa. Sementara Deri memegang buah rambutan hutan yang memang merah dan manis untuk makan malam mereka nanti. Kebetulan mereka memang satu barak dan tempat tidurnya berdekatan agar memudahkan untuk berkomunikasi. "Ayo pulang, habis itu jangan lupa salat jamaah, " peringat Agal pada ketiganya. Meskipun jauh mereka harus tetap mengingat kewajiban sebahai umat muslim karena sejatinya dunia ini hanya titipan sementara akhirat kekal selamanya. Mereka mengikuti kapten untuk pulang, selama perjalanan tentu saja diiringi dengan tawa dan obrolan yang lucu. *** Hari ini sehabis pelatihan ternyata hujan menggenangi daratan Jogja, Nana dan Ani baru saja akan pulang tapi hujan. Mereka menunggu angkutan tetapi terjebak di tempat itu jadilah Nana menunggu sambil membagikan story di media sosialnya. "Hujan yang lebat dengan rindu yang menderas berharap keras akan terbalas." "Widih menggalau ni Pengenten baru, " goda Ani yang memanh juga membuka story Nana. "Nah itu Ni, yang udah punya suami ini kaya gue aja masih suka galau, coba aja kaya drama korea yang suaminya perhatian banget. " "Udah sabar aja, jangan sedih. " Tidak lama ada dua motor yang datang dihadapan keduanya, ternyata itu adalah Aji dan Reygan yang menggunakan jas hujan. Nana jadi ingat Papa Hanif dulu ketika sekolah sering mengantarnya menggunakan jas seperti itu yang digonceng tidak dapat melihat jalan karena berada di belakang dan tidak tampak apa-apa. "Wahh, keren banget. dapat di mana jas hujannya keren gini? " tanya Nana semangat sambil menari-nari gembira, kegirangan seperti anak kecil yanh mendapatkan mainan baru. "Ayo Na naik, nanti makin deras, " ajak Reygan yanh sudah diap di atas motor bersama jas hujan yang mereka beli. Nana jadi ingat masa-masa kecil kalo berangkat sekolah pasti saja Papa Hanif membawanya dengan mantel itu, sambil dia bertanya sudah sampai mana padahal perjalanan sudah jauh tapi Nana senang sekali jika bercerita banyak hal, kadang dia juga sering mendengsr cerita banyak pengendara motor yang mantelnya nyangkut di gerigi motor dan terjadi kecelakaan hingga saat itu Nana agak takut jika memakai jas hujan itu tetapi dia sangat merindukan masa-masa kecil berangkat sekolah bersama Papa Hanif yang selalu memberikan perhatian dan berbagai hal lucu. Pernah sekali Papa Hanif mengajak Nana untuk main hujan di taman bermain kata Papa sesekali boleh tapi kalo sering tidak boleh takut anak gadisnya sakit. Memang Papa Hanif adalah laki-laki pertama yang membuat Nana percaya bahwa cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya. "Nana, naik ya Gan. " "Siap Tuan Putri, pegangan ya soalnya Ajudan pribadi ini akan membawa ke Istana, " ucap Reygan seperti pengawal pribadi. "Udah kebanyakan nonton kartun nih temen lo Na, " omel Aji seperti bapak-bapak yang menggelengkan kepalanya melihat Reygan. "Ayo naik, " ucap Aji juga dengan Ani. "Emang susah Kang Modus ini," balas Ani menjewer Reygan seperti anak kecil. "Ani, Papa enggak pernah ajarin nakal kaya gitu ya, " balas Reygan bergaya seperti seorang Bapak yang memarahi anaknya. Malah dicubit dengan Ani, kadang memang mereka harus akur karena satu lingkup pekerjaan dan harus saling merangkul. Mereka akhirnya menerbos jalanan kota Jogja dengan jas hujan warna kuning dan Abu-abu, jangan ditanya Reygan tentunya memilih warna terang katanya biar punya kenangan pakai mantel warna terang di Jogja. "Na, coba deh lihat hujan, pasti rintikannya sampe ke tanah. " "Gan, Nana enggak denger Reygan ngomong apa, kaya suara angin semua. " "Hahhahah Gue bilang. Gue sayang lo Na, " teriak Reygan melawan kerasnya hujan sambil tertawa. Sementara Nana tidak mendenger apa-apa, sakit hati ditemani suara tangis hujan. Perasaan suka yang masih sama. "Na, lo basah enggak di belakang? " tanya Reygan cukup keras dari teriakan tadi sehingga Nana bisa mendengar. "Enggak Gan, tapi Nana laper, " ucap Nana seperti anak kecil. Kalo mencari sosok laki-laki yang a treat you like queen mungkin Reygan adalah salah satunya. Tetapi kalo mencari laki-laki yang berbeda Agal adalah pilihannya. "Lo mau makan apa Na? " "Pengen Bakso atau apa aja yang panas deh. " Akhirnya mereka berhenti di warung indomie Warmindo adalah warung makan indomie, yang dulu sering dikenal dengan burjo (bubur kacang ijo). Seiring berjalannya waktu kebutuhan anak-anak muda untuk makanan murah dan terjangkau di kantong mahasiswa memang semakin bertambah belum lagi ide-ide kreatif di tengah persaingan yang makin ketat harus selalu dituangkan tetapi tidak meninggalkan kesan harus tetap murah juga. Menu andalan yang tidak pernah absen dipesan saat berkunjung ke warmindo adalah mie goreng. Biasanya bisa pesan dengan telur atau tanpa telur sesuai selera masing-masing. Yang uniknya kenyataannya mi-nya tidak digoreng tetapi orang sering salah arti. Hanya saja mi-nya dikeringkan tidak memakai kuah, lalu diberi bumbu kemasannya. Dimakan saat masih hangat, tambah potongan cabe, tambah gorengan. Satu hal yang pasti mi goreng warmindo memang lebih enak dari buatan sendiri meskipun bahan bahannya sama, itulah Nana suka heran apa orang-orang membuat mi ada menu rahasia seperti Spongebob ya karena masakan orang memang lebih enak dari masakan sendiri. Nana dan Reygan duduk di salah satu bangku dan ternyata Ani bersama Aji menyusul di belakang. "Wah enak banget hujan-hujan makan indomie, gue samain aja deh sama kalian pesanannya. " "Iya dong, gue mau pesan Magelang deh, " ucap Aji yang melihat menu langsung tertuju dengan menu itu, lain halnya dengan Nana Mie Goreng menu sejuta umat yang tidak pernah mengecewakan. "Emang Magelang itu apa Gan? " tanya Nana yang penasaran kenapa nama mie itu unik sekali. " "Sekilas namanya kayak nama kota di daerah Jawa Tengah sana 'kan, Makan ini adalah makanan campuran antara nasi yang dicampur dengan mie basah kemudian digoreng secara bersamaan. Versi murahnya di warmindo biasanya hanya ditambahkan lauk berupa telur aja tapi versi mahalnya biasanya ada tambah balungan (tulang) atau suwiran ayam juga, lebih nikmat kalau ayam kampung pasti enak banget tapi ya gitu jauh lebih mahal tahu sendiri Na otak anak kos. Akhir bulan kaya gini lebih baik nikmatin versi murahnya aja di warmindo. Bahan-bahannya juga sederhana, nasi, mi instan yang sudah direbus, bumbu mi instan, kecap, saus, kol, sawi dan tentunya kerupuknya. Emang Biasa Magelang dipesan kalu benar-benar laper karena emang menyiksa berat badan bisa double karbohidrat gue Na, walaupunkurang sehat juga sebetulnya tapi sesekali gapapa lah kan Na, terus ya Na kalo yang dilarang itu pasti enak banget, " jelas Aji seperti pemandu wisata yang menjelaskan kuliner khas. Mereka menunggu pesanan Mie masing-masing sambil bercerita banyak hal, semoga saja pertemanan mereka bisa awet seperti sekarang ini. *** Author Note : Gimana masih kuat dengan Agal atau oleng ke Reygan? ?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN