"Halo kataku pada semesta mungkin bukan larik apa kabar yang kian hari makin menggebu, tetapi ketulusannya sampai ke dalam jiwa. "
-Agal-
***
Jika jatuh cinta pada awan coba tanyakan kabarnya kapan saja dia marah, coba bujuk dirinya karena ketika hujan dia sedang meluapkan kesedihan. Kata orang begitu tapi kalo ini langit sedang cerah ditemani bintang dan bulan yang juga tersenyum menyambut kebahagiaan sepupu Nana.
"Gagal, tahu enggak kenapa hari ini cerah? "
"Karena enggak hujan. "
"Salah, karena dia tahu Nana lagi bahagia sama Agal. "
"Berarti kemarin enggak bahagia."
"Bukan gitu, tapi kali ini lebih bahagia lagi, " jawab Nana tersenyum.
Mereka berdua menunggu penampilan teman-temannya, katanya sebentar lagi karena Nana sudah tidak sabar mendnegarkan suara Ani, Aji, dan Leon. Jika suara Ani memang bagus tapi Aji dan Leon masih abu-abu.
"Na, makasih ya udah mau nunggu saya, " ucap Agal di sela-sela mereka menunggu.
"Gapapa Gagal, kan Nana emang pakarnya menunggu, yang penting itu kan sekarang udah jalan bareng enggak nunggu lagi. "
Tidak lama ternyata panggilan untuk teman-teman Nana pun tiba, semuanya semangat dan Agal sudah siap untuk memberikan saweran.
"Lagu ini gue persembahin buat sahabat gue Nana. " Ani menggengggam mic nya sambil mengikuti intor dia menjentikan jarinya.
Noted : Sambil dengerin lagu Lyodra--Pesan terakhir ya (dari author imut dan manis).
*T'lah kucoba t'rus bertahan
Tentang cinta yang kurasa
Ku mencinta, kau tak cinta
Tak sanggup ku terus bertahan
Sadar ku tak berhak untuk terus memaksamu
Memaksamu mencintaiku sepenuh hati
Aku 'kan berusaha untuk melupakanmu
Tapi terimalah permintaan terakhirku
Genggam tanganku, sayang
Dekat denganku, peluk diriku
Berdiri tegak di depan aku
Cium keningku 'tuk yang terakhir
Ku 'kan menghilang jauh darimu
Tak terlihat sehelai rambut pun
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu, ho-oh
Ku tak membencimu
Kuharap kau pun begitu, ha-ah (kuharap begitu), yeah, yeay
Tak ingin kau jauh
Tapi takdir menginginkan kita 'tuk berpisah
Genggam tanganku, sayang
Dekat denganku, peluk diriku
Berdiri tegak di depan aku
Cium keningku 'tuk yang terakhir
Ku 'kan menghilang jauh darimu
Tak terlihat sehelai rambut pun
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu
Ho-oh
(Dekat denganku, peluk diriku) Oh-oh
(Berdiri tegak di depan aku)
(Cium keningku 'tuk) yang terakhir
Ku 'kan menghilang jauh darimu
Tak terlihat sehelai rambut pun
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu*
Nana melihat ke arah Agal ketika dinyanyikan lagu itu oleh Ani, sadar atau tidak sadar bahwa lagu itu mewakili perasaanya saat Agal masih cuek sekali dengan Nana bahkan sampai mengacuhkan kehadiran Nana.
Tangis Nana jatuh ketika dinyanyikan lagu itu oleh Ani, mungkin bagi orang lain yang tidak punya keterikatan lirik dengan lagu ini akan mengaggap biasa tetapi untuk Nana yang pernah mencintai sebelah hati itu sangat menyakitkan sampai kadang tersenyum tetapi hati terluka dan hancur berantakkan.
"Kenapa Na? " tanya Agal yang panik karena Nana menangisnya sesenggukan dan itu membuat Agal menjadi panik.
"Nana lagu sedih, Ga-gal se-ha-rus-nya pe....luk te....rus ka sih tepukan penenangan gitu, " jalas Nana sambil mengucapakannya terbata-bata.
Lalu Agal menuruti kemauan Nana, sebenarnya kadang Agal merasa bingung kenapa perasaan perempuan sulit sekali dipahami.
"Itu tadi lagu buat sahabat saya. Nah untuk selanjutnya ada biduan yang sangat fenomenal se-jaksel, kita panggilkan Aji, " ucap Ani bahagia karena baru saja dilamar lalu bisa memberikan hadiah lagu untuk Nana.
Aji mulai mengambil mic dan memulai joget yang heboh ke kiri dan kanan di mana lagu kali ini adalah lagu dangdut yang seru.
"Ayo yang ku puja puja tapi belum dapat juga. "
Aransemen lagunya dibuat koplo jadinya memang seru dan Agal naik ke atas panggung memberikan saweran tidak ketinggalan Papa Hanif dan Mama Alin yang memberikan warna merah satu-satu.
"Kau yang selalu ku puja-puja namamu terukir indah, ayo joget. Tangan di atas mana suaranya, " ucap Aji smabil berjoget memegang uang dan tidak ketinggalan Paman memberikan saweran. Yang lain berjoget sambil tertawa di atas panggung. Kalo kata Ani ini namanya Bengkulu bergoyang.
Setelah ini ada penampilan dari Leon yang tidak mau kalah dengan Aji, dia sudah menyiapkan lagu yang seru untuk ditampilkan.
Nana sudah sudah siap dengan saweran untuk Leon karena memang dia sudah lama menunggu penampilan dari Leon.
"Selamat malam semuanya, bersama Leon ganteng di sini. Kita bakal nyanyi dan beejoget di sini Seperti Mati Lampu dengan Oppa Leon Kiyowo kembaran Oppa Nassar Kiyowo, " ucap Leon yang sudah memegang Mic dan berjoget dengan sangat cool.
"Eon Saranghae, " teriak Ani senang sekali menggoda adik kecil mereka itu.
Sementara Ajon juga ikut menyanyi sambil tertawa karena semakin malam maka semakin menggila pula teman-temannya ini.
Di tengah lagu Deri memberikan puisi untuk mengisi intro yang dibawakan oleh Leon.
"Der, kasih puisi, " ucap Leon memberikan tanda agar Deri menambahkan pusinya mengikuti irama musik.
"Ada cahaya di matamu meski mati lampu
Tapi ada dirimu menuntunku dalam gelap
Tak takut untuk bergerak
Senyummu begitu hangat
Cintamu ada dalam kenyataan dan semesta membawamu kembali pada kehidupan
Dan malam ini matamu menjadi penunjuk
Untuk melanjutkan jalan dan arah yang gelap. "
Ternyata karena itu saweran juga bergantian datang yang kali ini untuk Deri dan Leon mereka memang duet maut yang lucu.
"Eon, ini buat jajan es, " ucap Papa Hanif memberikan 5 lembar uang beewana pink yang masih sangat baru.
Nana tidak ketinggalan untuk memberikan uang saweran kepada Ajon juga yang ternyata bermain gendang sejak tadi. Bakat-bakat terpendam sahabatnya membuat Nana tertawa.
Malam ini ditemani lagu-lagu indah yang dibawakan oleh teman-teman Nana dan Agal membuat acara makin ramai apalagi banyak yang meminta salam dan foto bareng bersama mereka.
***
Pulang kali ini memang sudah terlanjur malam, jalanan sudah semakin sepi, tetapi Nana mengajak makan angkringan murah yang ada di Bengkulu.
Tentu saja teman-teman dan suaminya senang, lalu mereka bercerita tentang pengalaman masing-masing.
"Gue dulu waktu SD kan suka bawak bekal jadinya setiap hari kan mama nyiapinnya banyak, " ucap Aji yang menceritakan bekalnya setiap kali di bawa tentu saja banyak.
"Kok bisa banyak gitu Ji? " tanya Agal penasaran.
"Karena Mama pengen gue gendut alhasil dulu gue sampe 90 kg eh sekarang jadi kurus banget gini. "
"Apa tipsnya Bang? " tanya Ajon penasaran.
"Di tinggal nikah Jon, hahahha sampe sekarang berasa makannya teratur karena patah hati. "
"Jadi gimana Ni. Udah siap bilang nanti pas pulang kalo udah ada yang lamar? " tanya Agal memastikan karena dia tahu bagaimana Deri menabung agar bisa membuat rumah dan menikah.
"Kalo gue mah siap aja Kapten, tinggal sama Deri aja udah siap belum mintak izin, tapi tunggu Papa keluar dulu dari penjara. "
Mendengar itu membuat Agal menjadi tidak enak hari karena telah membuat Ani memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan keluarganya.
"Maaf ya Ni, " ucao Agal tidak enak.
"Santai aja Kapten, papa juga ngerti sebentar lagi bakal selesai masa tahanannya. "
"Alhamdulillah, " balas semuanya kompak. Mereka sudah tiba di tempat angkringan. Agal membuka kan pintu untuk Nana lalu menggandengan tangan Nana ketika akan menyebrang jalan.
"Susah kalo orang lagi kasmaran ni, yang lain cuma ngontrak, " ucap Aji tertawa miris.
Belum ada perempuan yang berhasil menaklukkan hati Aji sampai dia masih menikmati kesendirian.
Nana malah menjurkan lidah dan sengaja memanasi Aji dengan mengandengan tangan Agal erat.
"Iya Na, mentang ada gandengan. Enggak kasihan gimana yang cuma ada bantal guling digenggaman tangan. "
Setelah itu mereka mengambil macam-macam sayur angkringan yang ada dan mulai melahap di meja, Nana sengaja mengambil satu piring berdua dengan Agal. Mereka jiga duduk berdampingan dan mulai memakan. Nana sengaja mengambil telur manis, oseng tempe dan Nasi ikan asinnya dua.
"Ini makan yang banyak biar cepat besar, " ucap Agal sambil memberikan suapan untuk Nana, bagaimana orang tidak iri Agal memperlakukan Nana dengan istimewah.
Melihat Nana kedinginana Agal melepaskan jaketnya dan meletakkan ke punggung Nana.
"Biar enggak masuk angin. "
"Mau di suapin, " pinta Nana menunggu Agal menyuapuinya benar saja langsung diberikan suapan olah Agal.
Nana memang suka sekali manja dengan Agal sekarang apalagi di Bengkulu ini dia setiap apapun yang dia ingin selalu dituruti oleh Agal.
Angkringan Bengkulu juga ramai seperti di Jogja, cuacanya bagus sekali dan membuat angkringan tidak sepi. Ada banyak bangku dari yang lesehan dan ada juga yang di kursi semua lengkap.
"Kali ini yang banyak dapat saweran pasti Leon, " ucap Aji Menyelidiki karena kan sasaran empuk bagi dirinya agalah bayari oleh sponsor malah ada sangat banyak. "
"Cukup buat beli yang penting-penting. Jangan terlalu banyak, " ucap Nana menasihati adeknya itu.
"Tapi pengen beli makanan yang banyak boleh Mbak Na? " tanya Leon penasaran.
"Kalo itu boleh, " balas Nana dengan tertawa.
Yang lain ikut tertawa juga mendengar pernyataan Leon, di angkringan makin ramai. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, Lana yang berjalan di belakang di jemput lagi oleh Agal untuk digandeng ketika menyeberang.
"Jangan jauh-jauh, " peringat Agal yang sangat takut jika istrinya itu jauh dan tidak terlihat dari jangkauan matanya. Agal juga memperhatikan sekitar yang lumayan padat oleh pengendara motor dengan kecepatan sedang.
"Kapten, Aku enggak di gandeng juga? " tanya Deri sambil tersenyum.
"Enggak, makanya cepat halalin Ani biar bisa bebas gandengan. "
"Ni, gue selalu ngikutin pergerakan lo jadi jangan khawatir ya, setiap hari gue pantau."
"Hahha Makasih Deri. "
Besok mereka akan jalan-jalan ke pusaf wisata di Bengkulu, malam ini semuanya sudah lelah selepas pesta apalagi Aji yang tenaganya sudah habis.
Agal memperhatikan semua anggotanya dan mengecek, jangan sampai ada yang ketinggalan.
"Ajon udah kenyang? " tanya Agal karena memang lelaki satu ini jarang sekali berbicara.
"Udah Kapten. "
"Alhamdulillah, sekarang kita pulang dulu. "
"Yeyyeyye biar besok bisa jalan-jalan sambil wisata yang banyak, " seru Ajon juga dengan semangat, biasanya Ajon yang selalu lupa menyiapkan diri, karena kadang main game dia juga sering telat bangun, padahal Ajon adalah anak yang sangat penurut dengan orang yang dia hormati masalahnya hanya pada game.
Malam semakin larut besok mereka ada perjalanan wisata jadinya harus pulang sekarang. Kali ini yang mengendarai mobil adalah Leon sambil mengajak Ajon untuk duduk di sebelahnya.