BAB 46 Nuria bergeming, pengakuan Mita—yang bersimbah air mata dan tanda merah yang bertebaran—seketika membuat kakinya terasa lemas. Namun, dirinya tak bisa mengurai semua kejadian ini dengan baik. Hanya saja, memorinya masih merekam jelas, jejak perbuatan Mita terdahulu seperti apa. “Bagaimana bisa aku yakin kalau tanda merah itu adalah perbuatan suamiku? Semua orang bisa berbuat itu pada kamu jika kamu mau, Mbak.” Nuria ingat seperti apa obsesi Mita pada Juragan Arga, meskipun akhir-akhir ini sudah menunjukkan itikad baik untuk berubah. “Saya memang tak bisa meyakinkan Nyonya dengan bukti lain. Apalah daya saya ini, hanya seorang perempuan lemah. Tapi, saya berkata benar, suami Anda yang memaksa dan merenggut semuanya dari saya. Dia menghancurkan impian saya untuk bisa hidup dalam se

