BAB 50

1470 Kata

BAB 50 Celia menghabiskan hari dengan lebih banyak diam. Bahkan, teman-teman dekatnya—biasa meminta traktiran di kantin—tak berani menegur. Seharian ini, suasana hati Celia benar-benar hancur. Bahkan, pada pelajaran matematika, dia dikeluarkan dari kelas karena berani melawan. "Lia, kerjakan soal ini." "Hah? Soal apaan? Ngajar saja belum?" Brak! Suara gebrakan pada meja membuat seisi kelas hening. Celia tak menyadari bahwa Bu Ningsih sudah mengoceh satu jam lamanya. “Keluar kamu! Gak usah lagi ikut pelajaran saya!" hardik Bu Ningsih. Sudah kelewat geram juga dengan kelakuan Celia yang selalu semaunya. "Elah, gak usah marah-marah juga, Bu. Tinggal ngomong, suruh keluar doang!" Itulah Celia, dengan ringan dan tanpa tawar menawar, dia langsung melenggang pergi meninggalkan kelas. Har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN