BAB 51

1589 Kata

BAB 51 Nuria sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Dua minggu sudah berlalu dari semua kejadian yang membuat psikisnya terguncang. Sesekali, dia masih sering mengelus perutnya, yang mana sempat tertanam harapan di sana. Rasa kehilangan itu pasti ada, hanya saja, dia mencoba untuk ikhlas. Nuria pun menyibukkan diri dengan mengurus perdu-perdu melati peninggalan almarhumah Saraswati. Setiap pagi, dialah yang menyirami rumpun melati yang berselang seling dengan pohon kenanga. Entah kenapa, dirinya mulai menyukai harum kedua bunga itu. Ketiadaan Mita—kini tatusnya sudah berubah menjadi tersangka—membuat duri kecil pengganggu itu terlempar dengan sendirinya. Hidup Nuria kini damai dan tanpa gangguan dari siapa pun juga. Hanya saja, Juragan Arga masih belum mengizinkannya pergi jauh, termas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN