“Iya, Abi, hati-hati. Sampaikan salamku untuk Celia.” Mutia menynggingkan senyum yang pedih. Mereka pun berpisah, meninggalkan dua porsi siomay yang tak disentuh. Mutia menatap punggung lebar yang menjauh itu. Disekanya air mata, lalu dia mengusap layar gawainya setelah jarak Abimanyu cukup jauh. Beberapa foto yang diambil dari jarak jauh masuk ke gawainya. Senyum pada bibirnya tersungging. Foto-foto itu diambil dari sudut yang sangat pas. Bahkan, ketika Abimanyu tengah membantunya membersihkan sambal, mereka seperti tengah berci*man. Beberapa juga menunjukkan mereka saling menggenggam tangan. [Kerja bagus! Makasih, ya. Tolong kirim fotonya ke nomor ini, soalnya gue diblok. Fotonya nanti gue tandain yang bagus.] Mutia mengirim pesan pada nomor tersebut. Lantas, ia mengirimkan nomor Cel

