Nuria dan Juragan Arga saling bertukar pandang. Wajah Abimanyu pun tampak menegang. Sedangkan perempuan paruh baya yang datang bersamanya, berdiri dan memegangi pundah Abimanyu yang mematung dan menatap Celia yang sudah di penghujung tangga. “Biar aku bicara dulu dengan Celia, Bang.” Nuria yang memberikan ide kejutan seperti ini. Kini, ia sangat merasa bersalah. Dia pikir, Celia akan tersipu dan berbunga ketika lelaki disukainya datang dan membawa itikad baik untuknya. Namun, ketika semua ini hanya dijawab dengan tangisan, semua menjadi berakhir dengan penuh kebingungan. “Bicaralah ….” Juragan Arga juga kaget dengan ekpresi yang ditunjukkan Celia. Ia hanya mampu memijat pelipisnya. Beruntung, Surya yang ada di pangkuannya tak rewel dan hanya duduk manis sambil memainkan mobil-mobilan p

