“Sama-sama.” Gus Rasyid tersenyum dan mengangguk. Lalu, dia menoleh pada Juragan Arga yang sejak tadi menatap kedua lelaki muda yang tengah saling berdiskusi itu. “Kalau begitu, saya permisi. Akan saya kabarkan hal ini pada keluarga. Insyaallah, semua akan paham dan mengerti. Assalamualaikum.” “Terima kasih, Gus Rasyid. Waalaikumsalam.” *** Celia tertegun mendengar cerita panjang lebar yang disampaikan ibu sambungnya. Ditatapnya baterai gawai yang sudah merangkak naik persentasenya. “Begitu, Kak. Jadi, tolong, temui Abimanyu. Hari ini dia datang untuk melamar Kakak. Gus Raysid sudah membatalkan khitbahnya, seperti yang mama bilang tadi.” Gadis itu menyeka air mata yang turun membasahi pipi. Celia menoleh pada Nuria dan mengangguk perlahan. Senyumnya pun merebak, membuat sinar bahagia
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


