♥♥♥♥ (。♥‿♥。) ♥♥♥♥ Aaric, My Angel ♥43♥ Beberapa bulan kemudian... Hari itu tiba, hari dimana Alona akan melahirkan. Dareel panik setengah mati, dia tidak tahu harus melakukan apa, dia sangat bingung. Daritadi Dareel sibuk mundar-mandir, wajahnya terlihat cemas dan gelisah. Jantung berdetak cepat dan tangannya terasa dingin. Pandangannya tidak pernah dia alihkan sedikitpun dari ruang pintu persalinan. Sedangkan Alona saat ini sedang berada di ruang persalinan, dia sedang berusaha mati-matian melahirkan anak Dareel. Dareel sangat ingin menemani Alona melahirkan anak mereka, tetapi Alona melarangnya. Dia tidak ingin membuat Dareel cemas dan ketakutan. Yang menemani Alona lahiran adalah ibu dan juga neneknya. Lalu pandangan Dareel beralih kepada semua orang terdekatnya yang

