Dareel, My Boss!! ♥1♥
Dareel, My Boss!! ♥1♥
Bagian 1
♥♥♥♥ o(╥﹏╥)o ♥♥♥♥
Senyum indah selalu terukir di bibir Alona. Hari ini adalah hari terbahagia untuknya, seharian ini dia akan menghabiskan waktunya bersama kekasihnya bernama Delon. Hampir satu bulan ini mereka tidak saling bertemu karena kesibukan masing-masing. Alona dan Delon begitu sibuk, Alona berkerja di sebuah perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang property dan menjabat sebagai sekretaris. Sedangkan kekasihnya Delon, dia berkerja di perbankan swasta.
Wajah Alona bersemu merah ketika jemari Delon menyusuri anak rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya karena tertiup angin.
Saat ini mereka berdua berada di sebuah restoran mewah, pemandangan indah terlihat jelas dari balik jendela restoran ini. Langit malam di luar sana terlihat cerah dengan bintang-bintang yang menghiasinya.
Alona dan Delon sudah lama menjalin hubungan, tiga tahun lamanya. Mereka sudah bertunangan setengah tahun yang lalu dan mereka akan segera melaksanakan pernikahan dalam waktu dekat ini. Alona sudah tidak sabar menyandang status sebagai seorang istri dari Delon Vinson.
Delon semakin mendekatkan wajahnya, dia ingin mencium bibir indah milik kekasihnya itu. Saat bibir mereka hampir bersentuhan tiba-tiba ponsel Alona berdering kencang membuat mereka terlonjak kaget.
Alona langsung mengambil tasnya dan mencari ponselnya disana. Napas Alona berhembus kencang saat melihat nama 'Dareel Sang Iblis' di layar ponselnya, "Dareel!" ujarnya malas ketika Delon bertanya kepadanya siapa yang menelponnya itu.
Delon berdecak malas ketika mengetahui siapa yang menelpon Alona. Pria yang menelpon Alona adalah Dareel, pria itu adalah atasan Alona. Delon sangat membenci Dareel, baginya Dareel adalah penganggu hubungannya dengan Alona. Bayangkan saja pria itu selalu saja menganggu hubungan mereka, pria itu tidak pernah memberi Alona libur atau cuti walaupun hanya satu hari! Dari pagi sampai malam, sampai esok pagi lagi, Alona selalu dikuasai oleh Dareel.
Kadang Delon berpikir, sebenarnya dia atau Dareel kekasih Alona? Dareel begitu bersikap posesif kepada Alona? Bukan hanya itu, Alona sering menghabiskan waktunya itu dengan Dareel!
Bahkan Dareel sampai memberikan Alona sebuah apartement mewah tepat di samping apartementnya. Alasan Dareel memberikan Alona apartement agar wanita itu selalu ada untuknya jika dia membutuhkan wanita itu. Alasan yang tidak di masuk akal!
Alona tentu menolak pemberian atasannya itu, tetapi atasannya itu tidak menerima penolakan. Jika Alona menolak dia harus mengganti harga apartement itu, yang harganya tentu selangit. Dengan terpaksa Alona menerima pemberian apartement dari atasannya itu, lagipula dia tidak punya banyak uang untuk membayar ganti rugi harga apartement itu. Gajinya yang hanya menjabat sekretaris pribadi Dareel butuh waktu lama untuk bisa menganti biaya apartement itu dan Alona tidak ingin mengabdi kepada Dareel sepanjang hidupnya. Hidup Alona terlalu indah jika dia membuang-buang waktunya dengan atasannya yang sangat menyebalkan itu.
Delon pernah meminta Alona keluar dari pekerjaannya dan Alona sudah sering mengundurkan diri. Namun, surat pengunduran dirinya selalu saja di tolak Dareel. Bahkan, pria itu mengancam Alona dengan tuntutan yang tidak masuk akal. Seperti, Alona harus mengganti lima puluh persen dari gajinya selama dia bekerja dan juga harus membayar ganti rugi semua fasilitas yang pernah diberikan oleh Dareel untuknya. Karena semua yang diberikan Dareel untuknya tidaklah gratis.
Dengan rasa kesal Alona mengangkat telepon itu, "Halo?"
"Alona, dimana kau sekarang?!" seru Dareel disebrang sana.
"Pak, aku sekarang sedang cuti. Bisakah kau tidak mengangguku untuk saat ini?" ucap Alona dengan nada memohon.
"Cuti?! Siapa yang memberikanmu izin untuk cuti hah?!" tanya Dareel memekik.
Alona berdecak kesal dengan bola mata memutar, "Bapak sendiri yang memberikanku cuti satu hari tempo lalu, saat aku meminta dengan sangat memohon kepada Bapak."
"Ohya?!" pekik Dareel tidak percaya, "Kalau begitu waktu cutimu sudah habis Alona! Sekarang cepat ke apartementku! Aku butuh kau!" perintahnya.
"T-tapi pak---"
"Jika dalam satu jam kau tidak datang, aku akan memberimu sebuah hukuman!!" ancam Dareel dan pria itu langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja.
Alona terperangah dengan perkataan Dareel, mulutnya terbuka lebar dan sepasang mata almondnya memandangi layar ponselnya nanar.
"Sayang, kau baik-baik saja kan?" tanya Delon cemas ketika melihat wajah Alona yang frustasi.
"Delon, maaf aku harus menemui Dareel. Dia memintaku untuk ke apartementnya, jika aku tidak menuruti semua perintahnya dia akan memberikanku hukuman dan aku tidak mau itu terjadi!" ujar Alona.
"Tapi sayang, hari ini kan kamu cuti!" cegah Delon ketika Alona ingin bangkit dari duduknya.
"Cutiku di batalkan sepihak oleh Dareel, sayang..." balas Alona penuh kesedihan.
Delon meninju meja dengan tangan kanannya, hatinya sangat kesal dengan kelakuan Dareel yang seenaknya kepada kekasihnya, "aku akan mengantarmu..." ujarnya menahan amarah.
Setelah tiba di apartement Dareel nanti, Delon ingin menghajar atasan kekasihnya itu. Dareel telah menganggu acara kencannya dengan Alona. Bukan hanya kali ini Dareel menganggu acara kencan mereka, sudah beberapa kali pria itu menganggu acara kencan mereka.
Alona hanya mengangguk sendu, padahal dia masih ingin menghabiskan waktunya bersama Delon. Tetapi apa boleh buat, Alona harus segera menemui Dareel atasannya itu, sebelum atasannya itu semakin marah dengannya. Kemudian mereka berdua berjalan keluar dari restoran dengan perasaan kesal dan marah. Delon terus merangkul bahu kekasihnya itu dan tidak dibiarkannya Alona menjauh darinya walaupun satu centi.
Dareel sialan!! Jerit Alona dalam hatinya.
♥♥♥♥ o(╥﹏╥)o ♥♥♥♥
Sementara itu,
Dareel tersenyum lebar, sepasang mata elangnya menatap layar ponselnya. Di layar ponselnya bergambarkan foto Alona, dia menjadikan foto wanita itu menjadi wallpaper di ponselnya. Tidak lama dia bersiul ringan dan melangkahkan kakinya menuju meja makan, lalu menuangkan sebotol wine kepada gelas kecilnya dan meneguknya sampai habis.
Kemudian dia menyalakan dvd dan memutar sebuah lagu milik Bruno mars, berjudul The Lazy Song. Sedetik kemudian dia bernyanyi dan menggoyangkan tubuhnya.
Sehari tidak bertemu dengan Alona membuatnya sangat gelisah, dia ingin selalu berada di dekat wanita itu, walaupun dia tahu wanita itu sangat menderita bersamanya. Namun, dia tidak peduli dengan semua itu.
Dareel memang memberi izin kepada Alona untuk cuti satu hari, tetapi saat dia tahu Alona meminta cuti kepadanya karena ingin berkencan dengan Delon membuatnya kesal setengah mati! Tanpa berpikir panjang dia membatalkan cuti yang diberikan untuk Alona.
Jika kalian berpikir Dareel menyukai Alona itu salah besar, Dareel hanya senang menganggu wanita itu. Saat pertama kali bertemu dengan Alona, wanita itu telah membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya sedetikpun dari wanita itu. Bahkan Dareel selalu memimpikan Alona dalam tidur indahnya sejak pertemuan pertama mereka. Tapi itu bukan berarti Dareel menyukai Alona, sungguh Dareel tidak menyukainya.
Ketika Alona melamar pekerjaannya di perusahaannya, tanpa berpikir panjang Dareel langsung menerima wanita menjadi karyawannya dan menjadikannya sekretaris pribadinya.
Alona adalah wanita pertama yang membuatnya tidak bisa berpikir jernih jika berada didekatnya. Di sekeliling Dareel, banyak sekali wanita yang mengejarnya dan menginginkannya. Tetapi Dareel hanya tertarik pada satu wanita, wanita itu adalah Alona.
Satu jam kemudian, suara bel di apartementnya berbunyi. Senyum Dareel semakin melebar, hingga giginya yang putih dan rapi terlihat jelas. Lalu dia membuka kemejanya dan melempar kemeja itu kesembarang tempat. Dia sangat yakin itu Alona yang datang, dia ingin pamer tubuhnya yang atletis dan juga berotot kepada Alona. Dareel sangat yakin Alona akan tertarik kepadanya, jika wanita itu melihat tubuh sexy-nya itu. Selama ini, wanita manapun akan tertarik melihat tubuhnya dan tidak tahan untuk membawanya ke tempat tidur.
Dengan gerakan cepat Dareel membuka pintu apartement itu, sedetik kemudian senyum Dareel sirna seketika saat melihat Delon dihadapannya.
"Heh! Mana Alona?!" tanya Dareel histeris sambil mencodongkan kepalanya untuk mencari Alona. Wajahnya terlihat gusar saat tidak menemukan Alona.
"Sedang ke toilet!" jawab Delon malas sambil melipat kedua tangannya, "Sebenarnya mau anda apa Mr. Dareel? Kau selalu menganggu kekasihku, bahkan di saat dia sedang cuti seperti ini?" tanyanya dengan rahang bergemertak.
"Itu urusanku! Lagipula aku adalah atasannya dan dia harus memenuhi semua apa yang ku perintahkan!" jawab Dareel dengan sorotan tajam.
Delon berdecak, "Dasar benalu!" gumamnya kesal.
"Kau bilang apa?!" tanya Dareel berteriak sambil mencengkaram kerah kemeja Delon. Dia tidak terima ketika Delon menghinanya dengan sebutan benalu.
"Pak Dareel!" teriak Alona tiba-tiba.
Dareel dan Delon kontan menoleh kearah Alona. Sedetik kemudian, Dareel melepaskan cengkramannya dari kemeja Delon dan memandangi Alona dengan senyum khasnya.
Alona menghela napasnya melihat kelakukan Dareel sang atasanya itu, pria itu tersenyum penuh arti kepadanya. Alona sangat membenci senyuman pria itu, baginya senyuman pria itu bagaikan senyuman sebuah iblis. Kemudian dia menyingkirkan Delon agar menjauh dari Dareel, dia tidak ingin atasannya berbuat nekat kepada kekasihnya itu.
"Ya Tuhan!" pekik Alona ketika Dareel tiba-tiba menariknya dan membawanya masuk ke dalam apartementnya, lalu pria itu mengkunci pintu apartementnya itu.
Delon yang melihat itu langsung mengetuk pintu apartement Dareel dengan penuh amarah. Kejadian itu begitu cepat, sehingga Delon tidak bisa menyelamatkan Alona dari jeratan Darel.
"Mr. Dareel buka pintunya!! Jika anda tidak mau membukanya, aku akan melaporkanmu pada polisi!!" ancam Delon berteriak.
Dareel yang mendengar teriakan Delon tidak memperdulikannya. Dia terus memandangi Alona yang tengah ternganga dihadapannya. Kemudian Dareel memasukan kunci apartementnya ke dalam saku celananya dan melewati Alona menuju dapurnya.
"Pak Dareel, ku mohon buka pintunya!" seru Alona kesal.
Dareel hanya menatapnya kilas, lalu dia membuka lemari es dan mengambil es mambo rasa tapai yang dia beli tadi di warung langganannya. Kemudian dia duduk di atas meja makan sambil memakan es mambo itu.
"Pak Dareel, tolong buka pintunya, aku ingin menemui Delon." Pinta Alona kembali dengan memohon. Delon terus berteriak di luar sana.
"Aku tidak mau!" jawab Dareel santai.
Alona langsung menghampiri Dareel dengan wajah resah, "ku mohon pak, buka pintunya. Delon bisa di bawa security jika dia terus berteriak di luar sana!"
"Aku tidak peduli." Balasnya dengan salah satu alis terangkat.
Alona berdecak sebal, dia sangat mengenal atasannya itu. Karakter Dareel sangat kekanakan baginya dan dia sangat muak dengan kelakuan Dareel. Lalu Dareel turun dari atas meja dan mendekati Alona yang sedang marah kepadanya.
Dareel tersenyum ketika tatapannya bertemu dengan Alona, kemudian dia menarik pinggang Alona membuat wanita itu memekik kencang, "aku akan membukakan pintu itu, tapi dengan satu syarat."
"Apa syarat dari Bapak?" tanya Alona dengan mata melebar.
"Temani aku tidur malam ini, aku tidak bisa tidur Alona..." ucap Dareel membuat Alona terperangah untuk kesekian kalinya.
"Aku tidak mau!!" tolak Alona mati-matian.
"Ya sudah jika kau tidak mau, aku akan mengatakan kepada Delon bahwa kau dan aku pernah berciuman panas." Ujar Dareel sambil memainkan salah satu alisnya, senyumnya terlihat sangat menakutkan disana.
Alona tertawa remeh, "katakan saja pada Delon, aku yakin dia tidak akan percaya. Dia sangat percaya padaku! Dan lagipula aku dan Bapak tidak pernah berciuman, lalu untuk apa aku takut dengan ancamanmu itu pak!" protesnya, tubuhnya seketika meremang membayangkan berciuman dengan Dareel. Membayangkan hal itu sangat menjijikan untuknya.
"Ohya?" seru Dareel dengan mata melebar, "aku yakin Delon akan percaya."
"Tidak akan!" sahut Alona lantang.
"Tentu dia akan percaya..." balas Dareel dengan senyuman menyeringai.
Alona menggeleng dengan tawa yang menghiasi wajahnya, sedetik kemudian sepasang matanya melebar ketika dia merasakan bibirnya basah! Alona berontak sekuat tenaga, tetapi tenaga Dareel begitu kuat. Alona tidak percaya Dareel berani menciumnya!
Alona sepertinya lupa siapa Dareel, pria itu akan melakukan apa saja agar semua keinginannya terpenuhi.
Dareel menciumnya penuh perasaan disana. Sedetik kemudian dia melepaskan ciumannya begitu saja. Senyumnya mengembang lebar menatap Alona yang masih tertegun dengan serangan mendadak darinya, "setelah ini Delon akan percaya, jika kau dan aku pernah berciuman panas. Kau tahu kan Alona jika apartementku di pasang banyak cctv?" ujarnya sambil menunjuk salah satu cctv yang berada di dinding apartementnya membuat Alona kembali ternganga.
Sedetik kemudian tubuh Alona melemas dan tubuhnya merosot begitu saja di lantai. Jika Delon mengetahui ciuman itu habislah riwayat Alona dan dipastikan kekasihnya itu akan mengakhiri hubungannya dengannya. Bayangan pernikahan indahnya dengan Delon hanya sebatas angan semu mulai saat ini.
Ya Tuhan! Batin Alona nelangsa. Ingin rasanya dia menangis saat ini.
♥♥♥♥ o(╥﹏╥)o ♥♥♥♥