Bagian 26 Berpisah ♥26♥ ♥♥♥♥ o(╥﹏╥)o ♥♥♥♥ Tiga jam kemudian... Alona baru saja terbangun, mata almondnya memutar memandangi sekeliling kamar rawat inap yang sedang dia tempati saat ini. Wajahnya terlihat pucat, dihidungnya terpasang selang oksigen. Saat menjalani kuret tadi, dia dibius oleh Dokter sehingga dia tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Bangun-bangun dia sudah berada di kamar inap, padahal tadi dia berada di ruang UGD. Lalu tangannya memegang perut bawahnya, airmatanya menetes. Dia sangat terpukul dengan apa yang baru saja di alami saat ini. Kehilangan calon anak yang tidak dia ketahui kehadirannya sangat menyakitkan untuknya. Hatinya begitu sesak menerima kenyataan pahit ini. "Pak Dareel..." tangis Alona pecah ketika mengingat Dareel, dia sangat membutuhka

