Chapter 19

1861 Kata

“Astaga!” pekik Angel kaget. Hampir saja dia akan menimpuk kepala pria yang tiba-tiba muncul di depannya. “Pak Jaka, maaf, apa saya melukai anda?” tanya Angel seraya menelisik tubuh pria setengah baya itu. Jaka tersenyum dan membungkuk. “Selamat pagi, Mbak Angel. Saya tidak apa-apa. Mohon maaf karena sudah mengagetkan Mbak.” “Ah, tidak-tidak. Itu salah saya yang terlalu terburu-buru. Kalau begitu, mari, Pak.” Angel membungkukkan sedikit badannya, lalu segera berlalu pergi. Jantungnya sedikit tak tenang. Pasalnya, jika sudah ada Pak Jaka di kantor, besar kemungkinan, bossnya juga sudah datang. Angel kembali mengecek jam tangannya. Masih ada waktu 35 menit lagi sampai masuk jam kerja, tetapi Angel sudah berkutat di depan meja kerjanya. Kembali menyusun beberapa laporan serta jadwal meet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN