Rangga semakin kacau saat Angel dengan sengaja tidak menjawab teleponnya. Bahkan dia sampai gak peduli dengan Sarah yang tersedak nasi gegara dia yang menggebrak meja membuat gadis itu terkejut. Mata Sarah memerah karena kesusahan bernapas, ditepuk-tepuk dadanya dengan pelan seraya memerhatikan Rangga yang seperti tengah kebakaran jenggot. Tersenyum kecut, dan mencoba untuk tidak peduli. Dia melanjutkan makannya dengan kepala tertunduk, terlebih saat beberapa pasang mata dari para pengunjung restoran itu sudah menatap ke arah meja mereka—entah secara terang-terangan, atau dengan diam-diam. Sarah buru-buru menghapus air mata yang entah sejak kapan keluar. Mencuri pandang ke arah Rangga, dan seketika menghela napas lega karena pria itu tidak menyadari keadaannya, sekarang. Kamu bodoh ap

