Sarah menggenggam ponselnya sedikit kuat saat kakinya sudah menginjak lobi kantor milik Rangga. Dia gugup antara takut dan penasaran. Takut jika Rangga mengetahui kedatangan juga maksud dari kedatangannya ke kantor ini, dia bahkan sengaja datang ke kantor saat pria itu memang sedang berada di luar. Juga ... dia takut dan penasaran apa yang akan dia dapat setelah bertemu dengan Angel, nanti. “Selamat siang, Nona,” sapa satpam yang berjaga di lift khusus untuk orang penting. “Apa anda ingin bertemu dengan Pak Rangga?” Sarah memberikan senyuman sopan. Ada rasa senang saat dirinya ternyata dikenali oleh salah satu pekerja di kantor ini. Dia mengangguk. “Apa Kak Rangganya ada, Pak?” ucapnya basa-basi, bahkan dia sengaja memanggil Rangga dengan sebutan ‘kakak’ hanya untuk memberitahu jika m

