“Nyonya dan Tuan, mohon untuk tenang. Pasien memang sempat mengalami drop dan Hbnya langsung turun, ....” “Ambil darah saya, Dok!” potong Fadil (ayah Sarah). “Bersyukur, saat datang ke sini, Pak Rangga membawa satu temannya dan kebetulan golongan darahnya sama dengan Nona Sarah, dengan kesadaran diri, teman Pak Rangga ini memberikan darahnya untuk Nona Sarah.” “Oh syukurlah. Ga, teman kamu masih di sini, ‘kan? Om harus berterima kasih padanya.” Keterpakuan Angel langsung buyar saat sang ay—tidak! Maksudnya saat ayahnya Sarah menanyakan keberadaannya. Tanpa pikir panjang, dia pergi dari sana dengan terburu-buru. “Ris, jemput gua di rumah sakit, sekarang! Please!” Mendengar suara Angel yang terdengar serak dan tidak baik-baik saja, apalagi gadis itu mengatakan rumah sakit, Risa menjad

