Dengan langkah lebar, Angel berjalan sedikit berlari ke rumahnya setelah turun dari motor Arjuna, bahkan dia tidak mendengarkan teguran kakak angkatnya untuk berjalan lebih hati-hati. Gadis berseragam putih-biru itu begitu antusias karena mendengar kabar kepulangan ayahnya. Di tangannya sudah ada satu trophy yang akan dia pamerkan pada sang ayah yang sudah dua bulan ini tidak ditemuinya karena suatu pekerjaan. Bibirnya terus tersenyum bahkan sedikit bersenandung, apalagi melihat mobil berwarna hitam milik cinta pertamanya itu sudah berdiri gagah di halaman rumahnya. Baru saja Angel akan membuka pintu, tetapi tidak jadi karena mendengar suara ibunya menangis. Tak jadi masuk, dia memilih untuk berdiri di depan pintu dan diam-diam mendengarkan. Dari suaranya, seperti banyak orang, di sana.

