Angel mengetuk pintu kamar ibunya. “Bun, aku boleh masuk gak?” “Iya, Sayang. Masuk aja!” Saat Angel membuka pintu, Bela sudah menyambutnya dengan senyuman. Wanita berusia 45 tahun ini merentangkan kedua tangannya saat sang putri berjalan menghampirinya. Dalam detik selanjutnya, mereka berpelukan. “Gak biasanya kamu manja seperti ini, Njel. Ada apa, hmm?” Angel hanya menggeleng di punggung ibunya. Memang tubuhnya lebih tinggi beberapa senti dari sang ibu. “Sudah lama aja gak manja-manjaan sama Bunda. Apalagi bentar lagi Bunda udah ada yang punya. Udah bukan milikku lagi, sepenuhnya.” Bela mengurai pelukannya dan meneliti wajah dan tatapan sang putri. Feeling-nya tentang Angel tak pernah salah, dan sejak dia masih di luar, tadi, perasaannya sudah sedikit berbeda. Dia benar-benar yakin, j

