“Sir Bagas?” Alis Angel menaut melihat pria yang sudah lama mengejar ibunya ini tiba-tiba berada di dapur sambil memerhatikan ibunya memasak. “Pagi-pagi sudah di sini. Apa kalian akan pergi lagi?” “Hai, Njel. Enggak. Saya sengaja ke sini karena kangen banget sama masakan bunda kamu.” Angel mengerling jahil pada sang ibu. “Kangen masakan Bunda apa orangnya, nih?” Bagas tertawa dan mengangguk. “Dua-duanya, sih.” Bela mendelik ke arah Angel. “Kamu ini, mentang-mentang dia sudah bukan atasan kamu, kamu makin berani menggoda dia.” “Aku gak goda sir Bagas, tapi lagi godain Bunda.” Bagas kembali tertawa apalagi melihat bibir Bela yang sudah mempout—mengerucut. Namun, tawanya langsung diganti dengan batuk hebat karena tersedak goreng pisang panas yang tiba-tiba masuk ke dalam mulutnya. Siap

