Bagas terus memerhatikan Bela yang terlihat begitu gelisah, wanita itu terus menggigit kukunya sedang matanya tidak fokus dan terus bergerak liar ke sana ke mari. Dan itu sudah terjadi lebih dari 30 menit, lamanya, tepatnya setelah mengajaknya untuk bertemu dengan keluarga dia, hari ini. “Yang, rileks, hey!” tegur Bagas lembut. Namun, tetap tidak diindahkan oleh Bela, bersamaan dengan datangnya Angel menghampiri mereka. “Bunda kenapa?” tanya Angel tanpa bersuara pada Bagas. Bagas mengembuskan napasnya, lalu mengendikkan bahunya. Matanya masih menatap lekat ke arah Bela. Dalam hati, ada sedikit rasa ragu jika wanita itu sebenarnya tidak sungguh-sungguh menerimanya. Karena saat dia mengajaknya untuk bertemu keluarganya, wanita itu selalu menolaknya dan terus mengatakan belum siap. “Bu

