Chapter 22

1891 Kata

“Bagaimana keadaannya?” tanya Bela—khawatir. Dokter Windy—dokter langganan Bela sekaligus pelangg4n setia di butik milik wanita itu, yang sekarang malah menjadi sahabat- tersenyum seraya menepuk pundak sang designer kesayangannya. “Tenanglah, Bel! Bahkan kamu masih bisa beri dia pelajaran karena sudah mengabaikan kesehatannya. Tidak ada yang serius. Dia hanya perlu istirahat dan makan dengan teratur.” Seketika Bela mengembuskan napasnya—lega. Matanya menatap kesal pada putrinya yang masih tertidur setelah memakan obat. “Tadi sumpah dia nakut-nakutin aku, Win. Wajahnya pucat banget, bahkan bibirnya membiru. Dasar tukang bikin ibunya jantungan,” gerutu Bela dengan nada suara yang sudah serak. Windy segera menghampiri Bela dan memeluk tubuh bergetarnya. “Sudah! Angel benaran tidak apa-ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN