Rangga terus menggaruk tengkuknya setelah dokter itu pergi dua puluh menit yang lalu. Apalagi mendapatkan perlakuan Angel yang terus tak mengacuhkannya. Angel terus berpura-pura tak peduli dengan kehadiran Rangga di sana. Dia kesal dan malu karena dipaksa harus diperiksa, beruntung dokter panggilan itu seorang wanita jadi dia bisa menceritakan penyebab rasa sakit pada perutnya itu. “Ini, Tuan, pesanannya. Bibi mohon maaf jika barangnya tidak sesuai, Bibi sudah mencoba membelikan yang paling mahal di toko itu,” ucap Bibi dengan nada ragu. Pasalnya, tadi sang tuan meminta dia untuk membelikan produk paling bagus. Rangga berdeham, sebelum akhirnya dia menerima kantung keresek berwarna putih itu. “Terima kasih. Kembaliannya buat Bibi saja.” “Terima kasih, Tuan.” Si Bibi sempat melirik ke

