Rangga memarkirkan mobilnya di salah satu villa yang ada di puncak Bogor. Villa miliknya yang bahkan keluarganya sendiri pun belum tahu dengan tempat ini. Ya, Angellah orang pertama yang dia ajak dan untuk sementara, sepertinya hanya gadis itu yang dia izinkan memasukinya. Setelah mematikan mesin mobil, merenggangkan ototnya yang kaku setelah hampir tiga jam lamanya dia menyetir mobil ditambah macet. Rangga menoleh ke samping di mana ada Angel dan ternyata gadis itu tertidur dengan kepala menunduk. Rangga mengatur kursi yang diduduki Angel agar sedikit melandai, bersamaan dengan ponselnya yang berdering. Dia buru-buru mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya, ternyata Bagas. “Ada apa?” tanyanya langsung ke inti. Terdengar suara gerutuan dari seberang sana dan menyebutn

