“Aduh!” pekik Angel saat Rangga menjatuhkan tubuhnya di jok mobil. Tangannya langsung memegang kepalanya yang terasa berputar-putar. Tak lama Rangga ikut masuk, dan melihat Angel yang tengah memijat kepalanya. Dia langsung memegang kening Angel dan ikut memijat pelan. “Maaf, apa benar-benar pusing?” Angel memukul tangan Rangga keras bahkan sampai pria itu memekik dan mengibaskan tangannya. “Anda pikir saya pura-pura? Buat apa?” Rangga tiba-tiba tersenyum miring. “Siapa tahu, ‘kan? Tadi kamu sepertinya cemburu dengan Sarah, makanya sikap kamu langsung ketus dan merajuk.” Angel memutar bola matanya. “Kepedean banget, sih, jadi orang! Lagian, atas dasar apa saya harus mencemburui tunangan anda?” Rangga seketika terdiam, tetapi di detik selanjutnya dia kembali tersenyum, tapi kali ini de

