“Awww!” “Aduh!” Rangga menatap Angel sambil mengelus kepalanya yang terkena pukulan perempuan itu. “Kenapa malah memukulku?” Angel mendengus. “Siapa suruh nekannya keterlaluan?” Sesekali, Angel meringis sambil meniup kakinya. “Ini juga gara-gara kamu yang tiba-tiba menarikku tanpa pemberitahuan.” “Kamu coba dipakai jalan, pelan-pelan!” Angel menurut, dan mencobanya. “Gimana?” Angel mengangguk sambil terus menatap kakinya, tak lama dia mendongak menatap Rangga. “Sudah mendingan.” Rangga mengembuskan napasnya lega. “Syukurlah.” Angel mengangguk dan membungkukkan tubuhnya. “Kalau begitu aku mulai kerja sekarang.” “Tunggu! Jel, bagaimana kalau hari ini kita bolos kerja saja? Tenang, gaji kamu gak akan aku potong, kok.” Angel melotot galak ke arah Rangga. “Jangan membuat aku menyesa

