Laura terbangun di atas brangkar rumah sakit, kepalanya begitu pusing, rasanya mau pecah, perlahan bayangan masa lalu kini hadir dalam pikirannya, ia teringat potongan-potongan kenangan masa lalu yang begitu menyayat hati, potonhan masa lalu itu seperti kepingan puzzle yang kini tersusun rapi. Lebih banyak kenangan pahit daripada kenangan manis yang ia alami di masa lalu. Laura memegang kepalanya yang berdenyut hebat, di ruangan serba putih ini hanya ada dirinya. Bayangan tentang ayahnya yang meninggal karena serangan jantung, lalu keluarganya menjadi kacau, lalu setelah itu ibunya bunuh diri, juga kakaknya yamg tidak peduli akan keluarganya. Semua kenangan pahit itu kini terekam jelas di pikiran Laura. Air matanya menetes begitu saja tanpa perintah, kemudian ia mengingat lagi kenanganny

