Saat ini Angga dan Laura sedang berada di puncak, keduanya menatap langit yang sama sambil menatap pancaran langit jingga yang begitu elok, ini adalah harapan yang pernah Angga panjatkan dulu, duduk bersisian dengan tangan yang saling menggenggam seakan tidak ingin melepaskan sampai kapan pun, kini mereka bukan lagi dua orang yang berjalan berlawanan arah, tetapi dua orang yang berjalan beriringan untuk menuju tempat yang sama, tidak ada lagi keraguan yang menyelimuti hati mereka, hanya ada cinta dan kasih yang tak pernah lekang oleh waktu, ternyata benar, takdir seseorang tidak ada yang tahu, entah akan berakhir seperti apa, yang bisa dilakukan hanya bersabar, berjuang, dan terus menunggu doa mana yang didengar oleh Sang Pencipta. Langit jingga kini berubah gelap, yang sebentar lagi akan

