“Nah, kalau sudah habis makanannya, minum pilnya!” titah Yuna sambil mengambil lembaran tablet pil untuk Tiara. Dalam hati Tiara merasa ragu, bagaimanapun juga, dalam rahimnya kini telah bersemayam sebuah kehidupan yang tidak akan bisa menerima sebuah pil kontrasepsi. Sementara itu, yang tahu jika itu bukan pil kontrasepsi sedang harap-harap cemas, semoga Tiara baik-baik saja dengan obat tersebut. “Ini airnya!” ujar Yuna. Tiara masih senantiasa memegang lembaran pil tersebut dan sama sekali belum membuka segelnya lagi. “Sebentar, aku masih kekenyangan!” jawab Tiara beralasan. Dia tidak mau dan tidak ada niatan sama sekali untuk menggugurkan kandungannya. Tapi dia sendiri juga belum terpikir bagaimana melahirkan dan merawat bayi ini. Mereka berdua masih asyik mengobrol, sampai

