Baru juga Freya bisa bernapas lega. Adrenalinnya kembali terpacu. Seseorang membekap mulutnya dari belakang, mencengkeramnya dengan erat. Pikiran Freya hanya satu. Ia telah tertangkap. Ia sebentar lagi habis di tangan Wardhana Dharma. Ia telah tertipu. Ternyata Wardhana Dharma tadi hanya berusaha mengecohnya, membuat Freya percaya ia telah pergi. Padahal sebenarnya tidak. Dan kini Freya sudah tertangkap. Freya sudah pasrah dengan apa pun yang akan terjadi setelah ini. Karena ia sudah tidak memiliki harapan lagi. Wardhana Dharma pasti tidak akan melepaskannya lagi setelah upayanya untuk kabur sepanjang siang ini. "Sst ... ini aku, Frey ... ini aku ...." Kemudian suara itu terdengar. Suara yang begitu ia kenal. Suara yang ia rindukan. Suara yang sempat terbesit dalam pikirannya, tak aka

