Merasuk sukma segala kenangan menyakitkan datang merundung. Segala sesuatu yang tidak diharapkan harus terjadi. Rasa manis dari kehidupan lenyap dengan banyaknya kepahitan menyebar diri. Ketenangan hanya sebatas angan dan berjalan dalam ilusi. Tidak ada yang luput dari salah dan dosa, segala sesuatunya terdapat konsekuensi. Lari sejauh-jauhnya dari sumber rasa sakit tidak menjamin kebahagiaan melekat selamanya. Kadang kala sesuatu bisa mengingatkan apa yang telah dilalui. Masa lampau tidak bisa dihapuskan begitu mudah, bayangannya kerap kali menimbulkan luka tak kasat mata secara berlebihan. Air mata lagi dan lagi menjadi saksi bisu tentang kepedihan. Tidak mudah harus menjalani hidup dipenuhi dengan bayang-bayang peristiwa menyedihkan. Sebagai seorang anak Permata harus tetap kuat da

