KEBENARAN

1509 Kata

Aura mematikan terasa jelas di sebuah ruangan salah satu gedung pencakar langit di ibu kota. Sedari tadi netra nya tidak berhenti menatap layar tablet. Keramaian di dalam benda pipih itu seakan mengejek kesendiriannya. Suara dari orang yang ia kenal seakan membakar sukma. Apa yang terjadi di dalam layar berbanding terbalik dengan isi hatinya saat ini. Sungguh ia kesal menyaksikan acara yang tengah berlangsung tersebut. Tidak pernah ia duga kejadian seperti ini bisa terjadi di saat hubungannya dengan sang mantan kekasih kembali bersatu. Terlebih sebelumnya tidak ada pembicaraan mengenai hal tersebut, tentu saja ia tidak terima. Sang asisten beberapa menit lalu datang ke ruangan dan mengatakan kalau calon tunangannya menghadiri salah satu acara di stasiun televisi. Namun, bukan itu yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN