Bahasa alam selalu memberikan kedamaian. Terkadang cuaca memahami apa yang ada di dalam sanubari. Tangisan cakrawala mengiringi setiap kisah tak bertepi. Kesedihan selalu menempati tempat pertama menghiasi hari-hari. Suka cita mungkin hanya sebatas harapan-harapan semu. Bagi pemilik kisah hidup yang lebih banyak penderitaan bisa saja merasakan hal seperti itu. Permata Hafizah, menjadi salah satu dari sekian banyak pemilik cerita mendebarkan. Ia hanya sebatas insan lemah yang hanya mengandalkan harapan demi harapan. Kenyataan yang dipikir tidak pernah ada, faktanya mendatangi diri. Bagai noda di atas kain putih, jejaknya masih ada tak bisa bersih seperti diawal. Ada rotan ada duri, itulah peribahasa yang cocok menggambarkan diri Permata. Kesedihan mungkin telah menjadi keseharian yang

