Gelap memeluk cakrawala menggantikan senja dengan keheningan. Awan kelam saling bergumpal-gumpal menandakan sebentar lagi hujan turun. Hawa dingin semakin berhembus kencang, menggerakkan segala hal yang terjangkau. Keheningan mendominasi, perasaan nostalgia kian memeluk erat mengalahkan fakta yang ada. Perlahan, pelukan Winter terlepas, kedua wanita berbeda usia itu saling pandang menyelami bola mata masing-masing, sedetik kemudian Permata menunduk tidak tahu harus bagaimana. Sangat tidak terduga bisa mendapatkan pelukan hangat dari orang dari masa lalu. Winter sudah jauh berbeda, kehangatannya dapat Permata rasakan sampai ke hati. Ia belum pernah menemui Winter sebelumnya, entah apa yang terjadi wanita paruh baya ini seperti bukan dirinya di masa lampau. Lengkungan bulan sabit pindah

