Kecenderungan untuk tak mengingat kejadian demi kejadian telah lalu selalu tertanam dalam diri seorang Pemata. Terjebak tragedi mengerikan dari orang terdekat, rasa sakitnya menembus jiwa raga. Jika bisa memilih Permata lebih baik tidak lahir ke dunia dan mendapatkan rasa sakit tak berkesudahan. Sepanjang perjalanan yang dirinya tempuh selama bertahun-tahun, ia terus memikirkan kenapa sang ayah begitu kejam terhadapnya. Apa salah yang sudah ia perbuat? Apa ada perbuatannya yang menyinggung Dimas? Apa memang kelahirannya tidak diinginkan? Sederet pertanyaan tentang kelakuan bejad ayah kandung terus berputar. Selama itu pula, Permata bertanya pada psikiater yang menanganinya dan juga Bu Aisyah. Ia pun mendapatkan dua jawaban berbeda. Sang psikiater mengatakan, "kelahiran manusia di duni

