Mendapat panggilan misterius dari seseorang tak membuat Deeva curiga atau penasaran. Lagipula ia sudah tau siapa pemilik nomor yang tak dikenal itu. Deeva pun melanjutkan kegiatan membuat mie yang sempat tertunda. Dengan lihai dia menuangkan bumbu dalam kemasan ke mangkuk dan menaruh mie ke dalam panci yang berisi air mendidih. Selang dua menit, suara deru motor terdengar di pelataran rumahnya. Deeva terkesiap, menerka-nerka siapa gerangan orang tersebut. Dia pun menyiapkan kuda-kuda untuk lari ke kamarnya jikalau orang itu adalah kakaknya. Sebenarnya Deeva tidak takut dengan kakaknya hanya saja kalau dia bertemu, kakaknya memiliki seribu cara untuk memojokkan ataupun mecemooh Deeva. Maka dari itu, dengan sigap Deeva langsung mematikan kompor, membiarkan mie-nya masih setengah keras dan

