Selama pelajaran berlangsung pikiran Deeva tidak berfokus di satu titik. Dirinya memang ada di dalam kelas tapi pikirannya entah ada di mana. Selain diusik oleh banyaknya pertanyaan di kepalanya, dirinya juga dihuni rasa gelisah. Seolah ada sesuatu yang meresahkannya terkait Syahel. Apa yang akan terjadi setelah Syahel berhasil menyatakan perasaanya pada Rey? Benar. Pertanyaan itu terus mengganggu dan meresahkannya. Hingga Deeva mendapat teguran dari guru. Mata Deeva beralih pada Syahel yang duduk membelakanginya. Dari tempat ia duduk, Deeva tak bisa melihat langsung wajah Syahel. Tiba-tiba saja, Syahel bangkit lalu berlari keluar kelas tanpa pamit tak pelak membuat Deeva berdiri mengundang kerutan dahi dari guru yang tengah mengajar. "Kamu kenapa Deeva?"tanya Pak Uyas. Deeva menunj

