" Yusman yang beranjak sehat dan pulang dari rumah sakit dengan keadaan kaki yang lumpuh dan dengan sigapnya Cia yang selalu menemani Yusman.
Cia yang sangat setia menemani Yusman terapi untuk kesembuhan kakinya, beberapa bulan sudah terlewati Yusman akhirnya bisa berjalan kembali, Yusman merasa senang dan mimpi buruknya sudah terlewatkan. Yusman yang sangat semangat untuk menata kembali masa depannya, sekarang Yusman hidup sebatang kara mencari kerja ke setiap perusahaan dan akhirnya Yusman diterima di perusahaan terbaik, Yusman menabung untuk menikahi Cia, Yusman ingin membuat Cia bahagia ingin memberikan yang terbaik buat Cia di pernikahannya nanti yang di impikannya.
" Terkumpul sudah tabungan Yusman, Yusman kembali melamar Cia kepada orang tua Cia. Ayah dan ibu Cia sudah menentukan tanggal pernikahan Cia dan Yusman, hari yang ditunggu tunggu datang juga Yusman akhirnya " Syah " menjadi suami Cia, Cia pun sudah Syah menjadi istri Yusman.
" Malam pun datang Cia dan Yusman sangat malu tersipu, "Senyum-senyum pipi memerah" Saat malam pertama sangat berdebar - debar terasa dingin tangan Cia, Yusman pun mengelus- elus rambut Cia dan " malam pertama pun terjadi ".
" Setelah menikah Cia dan Yusman memutuskan untuk berbulan madu di desanya, dimana pertamakali mereka bertemu. Cia juga ingin Sabari menengok kakek dan Nenek.a karena Cia sangat merindukan mereka.